PHOTOGRAPHY | VIDEOGRAPHY | ORGANIZER PALEMBANG
HOT PROMO !
Wedding Klip - Foto Prewedding - Video Klip - TVC - Company Profile - Design & Printing - Ceremonial - Live Event - Event Organizer
Tim Profesional

Profesional Merupakan Kunci menciptakan sesuatu yang Menarik, Komitmen kami memberikan hasil yang terbaik, kami mempersiapkan segalanya untuk menciptakan Hasil yang Maksimal dan Profesional.
Foto & Video

Foto & Video, buktikan dan bandingkan Portofolio kami dengan yang lainnya, sehingga anda dapat membandingkan kualitas secara pro, kami siap memberikan dan membantu anda mendapatkan hasil terbaik.
Harga dan Paket

Jangan khawatir soal harga, kami memahami saat ini sangat sulit mencari jasa Profesional dengan harga yang terjangkau, Kami siap memberikan SOLUSINYA, dengan harga terjangkau, hasil dan kualitas yang Profesional.

Jumat, 08 Maret 2013 | 02.02 | 0 Comments

PASCASARJANA UNSRI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

+ detail

SEJARAH UNSRI UNIVERSITAS SRIWIJAYA


Sejarah Unsri Universitas Sriwijaya, Ide untuk memiliki sebuah perguruan tinggi di Sumatera Selatan telah ada sejak awal tahun 1950-an, yang dicetuskan dalam suatu kesempatan resepsi perayaan hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1952. Diprakarsai oleh beberapa orang pemuka masyarakat, menjelma menjadi kesepakatan untuk membentuk "Panitia Fakultet Sumatera Selatan". Menjelang akhir Agustus 1952, dengan berbagai pertimbangan, ditetapkan bahwa yang pertama akan didirikan adalah fakultas ekonomi. Untuk itu dibentuklah "Panitia Fakultet Ekonomi Sumatera Selatan" yang dikelola oleh suatu yayasan yang didirikan pada tanggal 1 April 1953 dengan nama "Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti".

Pembukaan Fakultet Ekonomi secara resmi di bawah Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti ini dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1953 dalam suatu acara yang dihadiri oleh Mr. Hadi, Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan (PPK), Drg. M. Isa (Gubernur Sumatera Selatan), Bambang Utoyo (Panglima TT II Sriwijaya) dan Ali Gathmyr (Ketua DPRD Sumatera Selatan).

Upaya melengkapi perguruan tinggi di Sumsel dilanjutkan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti dengan membentuk Panitia Penyelenggaraan Fakultas Hukum. Pada tanggal 1 November 1957, bertepatan dengan perayaan Dies Natalis IV Fakultas Ekonomi, diresmikanlah fakultas tersebut dengan nama 'Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat".

Pengembangan kemudian dilanjutkan dengan bantuan Penguasa Militer Teritorial II Sriwijaya yang memberikan bantuan keuangan unuk mendirikan gedung permanen Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti di Bukit Besar (kini Kampus Unsri Bukit). Upacara peletakan batu pertamanya dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1957

Upaya selanjutnya adalah penegerian perguruan tinggi yang sudah ada tersebut. Dengan perjuangan gigih tokoh masyarakat Sumsel ketika itu, antara lain Kolonel Harun Sohar (Panglima selaku Ketua Paperda TT II/ Sriwijaya) dan A. Bastari (Gubernur), hambatan yang amsih ada untuk berdirinya universitas negeri di Palembang dapat diatasi. Delegasi yang dikirim ke Jakarta bulan Desember 1959 menemui Menteri PPK (Mr. Moh yamin) berhasil memperoleh jaminan kesediaan pemerintah untuk mengambil alih Perguruan tinggi Syakhyakirti menjadi suatu universitas negeri. Dengan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 1960 tanggal 29 Oktober 1960 (Lambaran Negara Tahun 1960 No. 135) akhirnya berdirilah Universitas Sriwijaya yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 3 November 1960 dalam upacara penandatanganan piagam pendirian oleh Presiden Sukarno dengan disaksikan oleh Menteri PPK (Mr. Priyono) dan beberapa Duta Besar negara sahabat. Sebagai Presiden Universitas yang pertama diangkat Drg. M. Isa yang diangkat dengan Keputusan Presiden No. 696/M tahun 1960 tanggal 29 Okober 1960

Untuk memenuhi tuntutan perkembangan, Unsri kemudian merencanakan penambahan kampus, di luar Bukit Besar yang sudah ada, dengan membebaskan tanah seluas 712 hektar, di Indealaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (Sekarang Ogan Ilir-OI), pada tahun 1982. Pembangunan kampus baru ini dimulai pada tahun 1983 dengan bantuan dana Asian Development Bank (ADB), yang secara fisik baru dimulai pada tahun 1989 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 1993. Gubernur Sumatera Selatan H Ramli Hasan Basri memberikan kuliah perdana menandai awal kegiatan akademik di kampus baru Inderalaya ini pada tanggal 1 September 1993. Pemanfaatan sepenuhnya fasilitas di Kampus Inderalaya dilaksanakan dengan Keputusan Rektor pada bulan Januari 1995 dimana ditetapkan bahwa terhitung sejak tanggal 1 Februari 1995 semua kegiatan administrasi dan sebagian besar kegiatan akademik diselenggarakan di Kampus Inderalaya. Peresmian Kampus Unsri Indralaya yang sesungguhnya baru dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 1997 oleh Presiden Soeharto. (unsri.ac.id)
+ detail

Kamis, 07 Maret 2013 | 08.22 | 0 Comments

STUDIO MULTIMEDIA PALEMBANG

PSP - Palembang Studio Productions, Jika kita melihat beberapa kota Besar di Indonesia, Tentunya Palembang menjadi salah satu kota Besar di Indonesia, salah satu syarat sebagai kota Metropolitan paling tidak ada beberapa aspek pendukung, salah satunya adalah dukungan Perangkat Multimedia, kota Palembang saat ini umumnya sudah terbilang sukses menjadi salah satu  Kota yang memiliki potensi besar pada bidang Multimedia, Hanya saja terkendala dengan kurangnya SDM di Palembang .

Sehingga masih pincangnya sistem dalam mengoperasikan beberapa perangkat Multimedia baik dalam bentuk Software dan hardware.

PSP mencoba memberikan salah satu Alternatif bagi anda yang membutuhkan tenaga Alhi dalam Bidang Multimedia dalam bidang apapun, dengan SDM yang kami miliki serta Partners yang luas, akan memberikan peluang besar untuk anda berkerja sama dan menggunakan jasa terpecaya dari PSP.


Untuk Info Silahkan Hubungi Kami, Terima Kasih
+ detail

Senin, 25 Februari 2013 | 07.51 | 0 Comments

SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA PALEMBANG


Sejarah Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang terkuat di pulau Sumatera dan termasuk salah satu kerajaan yang berpengaruh di Nusantara karna luas nya daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya mulai dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa juga Pesisir Kalimantan. Nama Sriwijaya sendiri di ambil dari Bahasa sangsekerta Sri berarti Gemilang dan Wijaya Berarti Kejayaan, maka makna dari nama  Sriwijaya adalah Kejayaan yang Gemilang. tidak ada yang tahu dengan pasti kapan awal berkembangnya dan kapan pula berakhirnya kerajaan Sriwijaya namun diperkirakan pada abad ke-7 M Kerajaan Sriwijaya telah berdiri.

Urutan Sejarah Kerajaan Sriwijaya
Tahun 671 M - I Ching singgah di Sriwijaya
tahun 671 adalah tahun awal yang membutikan adanya Kerajaan Sriwijaya. bukti ini di dapat dari seorang Bhiksu Buddha Tiongkok yang bernama I Ching yang sedang berkelana lewat laut menuju india untuk mendapatkan teks agama buddha dalam bahasa sangsekerta melalui Jalur Sutra atau jalur perdagangan untuk kemudian di bawa ke tiongkok dan di terjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa. semasa perjalanan nya ini lah I Ching singgah di Sriwijaya pada Tahun 671 dan menetap selama 6 bulan di sriwijaya kemudian melanjutkan perjalanan nya ke Malayu yang sekarang disebut dengan jambi menetap pula di jambi selama 2 bulan

Gambaran I Tsing tentang Sriwijaya 
".... banyak raja dan pemimpin yang berada di pulau-pulau pada Lautan Selatan percaya dan mengagumi Buddha, dihati mereka telah tertanam perbuatan baik. Di dalam benteng kota Sriwijaya dipenuhi lebih dari 1000 biksu Budha, yang belajar dengan tekun dan mengamalkannya dengan baik.... Jika seorang biarawan Cina ingin pergi ke India untuk belajar Sabda, lebih baik ia tinggal dulu di sini selama satu atau dua tahun untuk mendalami ilmunya sebelum dilanjutkan di India".

Tahun 683 M - Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti kedukan bukit yang ditemukan oleh M. Batunburg pada tanggal 29 November 1920 di kebun Pak H. Jahri tepi sungai Tatang, desa Kedukan Bukit di kaki Bukit Siguntang sebelah barat daya Palembang. Prasasti yang berbentuk batu kecil berukuran 45 × 80 cm ini ditulis dalam aksara Pallawa, menggunakan bahasa Melayu Kuno adalah sebuah Prasasti yang memperjelas adanya Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini Sangat Jelas Menggambarkan Kejadian yang terjadi pada saat itu.

Isi prasasti kedukan bukit yang telah di terjemahkan:
tanggal 23 April 683 dapunta hiyang naik ke perahu untuk melakukan penyerangan dan sukses dalam Penyerangannya. 19 Mei 683 Dapunta Hiyang berlepas dari minanga membawa 20.000 bala tentara dengan perbekalan 200 peti di perahunya. Rombongan pun tiba di Mukha Upang dengan suka cita. 17 Juni 683 Dapunta Hyang datang membuat wanua

Tahun 684 M - Prasasti Talang Tuo
Prasasti ini ditemukanpada tanggal 17 November 1920 di kaki bukit siguntang oleh Louis Constant Westenenk. Prasasti yang memiliki bidang datar berukuran 50cmX80cm ini juga dipahat menggunakan Aksara Palawa dalam bahasa melayu kuno. Dalam prasasti Talang Tuo yang bertarikh 684 M, disebutkan mengenai pembangunan taman oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa untuk semua makhluk berisi pohon pohon yang buahnya dapat dimakan, Taman tersebut diberi nama Sriksetra.

Tahun 686 M - Prasasti kota kapur
Prasasti yang ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno dipahatkan pada sebuah batu yang berbentuk tugu bersegi-segi dengan ukuran tinggi 177 cm, lebar 32 cm pada bagian dasar, dan 19 cm pada bagian puncak ditemukan di pesisir Barat Pulau Bangka, dinamakan Prasasti Kota Kapur karna sesuai dengan Tempat di temukan nya yaitu di dusun kecil di Pesisir barat Pulau Bangka yang bernama kota Kapur. Prasasti yang ditemukan oleh J.K Van Der Meulen pada bulan Desember 1892 dan di terjemahkan oleh George Coedes orang yang sama yang telah menerjemahkan Prasasti Kedukan Bukit ini berisi tentang Kutukan bagi siapapun yang memberontak kepada Sriwijaya serta berisi Hal hal baik untuk yang setia kepada Sriwijaya, dalam Prasasti Kota Kapur ini juga jelas di ucapkan tanggal 28 Februari 686 Bala tentara Sriwijaya berangkat untuk Menyerang Bumi jawa yang tidak takluk kepada Sriwijaya

Tahun 718 M - Sri Indrawarman Raja Sriwijaya masuk islam
Hal ini di dasari oleh Surat yang dikirimkan Sri Indrawarman yang saat itu berstatus sebagai Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari bani Umayyah. dalam surat itu disebutkan dari seorang Maharaja, yang memiliki ribuan gajah, memiliki rempah-rempah dan wewangian serta kapur barus, dengan kotanya yang dilalui oleh dua sungai sekaligus untuk mengairi lahan pertanian mereka. Bersamaan dengan surat itu juga dikirimkan Hadiah untuk Khalifah

Tahun 717-720 M - Surat kedua Ke Suriah meminta Da'i ke Sriwijaya
Surat kedua yang dikirimkan Raja Sriwijaya ini di dokumentasikan oleh Adb Rabbih dalam karya Al-Iqdul farid. isi potongan surat tersebut berbunyi : 
Dari Raja di raja... yang adalah keturunan seribu raja.. kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan; dan saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya.
Tahun 724 M - Sri Indrawarman mengirim hadiah ke Cina
Sama hal nya dengan yang di lakukan Raja Sri Indrawarman kepada Raja Arab pada kisaran Tahun 717-720 M. Raja Sri Indrawarman juga mengirimkan hadiah kepada kaisar Cina berupa ts'engchi 

Tahun 775 -787 M - Dharanindra Mengusasi Sriwijaya
Hal ini di dasari oleh sebuah Prasasti yang ditemukan di sebuah tempat yang bernama Ligor saat ini tempat tersebut bernama Nakhon Si Thammarat, selatan Thailand. Prasasti  Ligor memiliki 2 Sisi. Sisi Pertama disebut sebagai Ligor A dan Sisi sebaliknya disebut Ligor B. Ligor A ditulis pada tahun 775 oleh raja Kerajaan Sriwijaya, sedangkan Ligor B ditulis oleh Wangsa Sailendra setelah Menaklukkan Sriwijaya

Tahun 792 - 835 M - Samaratungga Memerintah Sriwijaya 
di kisaran Tahun ini lah di perkirakan Samaratungga menjadi Raja di Kerajaan Sriwijaya dengan mengedepankan Agama dan Budaya, terbukti di bangunnya candi Borubudur pada tahun 825 M oleh Samaratungga. Pernikahan Samaratungga dengan Dewi Tara Lahirlah Balaputradewa sebagai Pewaris Tahta Kerajaan Sriwijaya

Tahun 860 M - Balaputradewa Naik Tahta
Prasasti Nalanda berangka tahun 860 ditemukan di Nalanda, Bihar, India. adalah bukti bahwa Balaputradewa pernah menjadi Raja di Kerajaan Sriwijaya, Penafsiran Manuskrip Prasasti Nalaya berbunyi : " Sri Maharaja di Suwarnadwipa, Balaputradewa anak Samaragrawira, cucu dari sailendravamsatilaka (mustika keluarga sailendra) dengan julukan sriviravairimathana (pembunuh pahlawan musuh), raja Jawa yang kawin dengan Dewi Tara, anak Dharmasetu"

Tahun 990 M - Serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dari Jawa
Serangan raja Dharmawangsa ini di dasari oleh berita cina dari dinasti song, di kisahkan dalam berita cina bahwa Sriwijaya terlibat persaingan dengan Kerajaan Medang untuk menguasai Asia tenggara, kedua Kerajaan ini saling mengirimkan duta ke cina, utusan Sriwijaya berangkat pada tahun 988 tertahan di kanton ketika hendak pulang, karna negri Sriwijaya di serang tentara Kerajaan Medang, Pada Tahun 992 duta Sriwijaya mencoba pulang kembali namun tertahan di Campa karna negri Sriwijaya belum aman, duta ini meminta Kaisar Song untuk menyatakan bahwa Sriwijaya berada dalam perlingdungan cina, untusan Kerajaan Medang tiba di cina tahun 992 M, dikirim setelah Dharmawangsa berhasil menaklukkan Sriwijaya.

Tahun 1006 / 1016 - Wafatnya Dharmawangsa Teguh
dalam Prasasti Pucangan disebutkan sebuah peristiwa Mahapralaya yaitu peristiwa hancurnya Kerajaan Medang. Tentara Aji Wurawari dari Lwaram yang di perkirakan sekutu Sriwijaya menyerang Istana raja Dharmawangsa Teguh di  Wwatan. Dharmawangsa Teguh meninggal pada peristiwa tersebut.

Tahun  1003 M - Sri Cudamaniwarmadewa
keterangan ini di dapat dari sebuah manuskrip nepal pada abad ke 11 yang memuji negara Sriwijaya sebagai pusat kegiatan utama agama budha, dan memiliki area indah lokananantha di sriwayapura. Dan sebuah kronik
Tibet yang ditulis pada abad ke 11 bernama durbodhaloka menyebutkan pula nama maharaja sri Cudamanirwarman dari sriwijayanagara di suwardawipa.

Tahun 1008 M - Sri Mara-Vijayottunggawarman
Penemuan Prasasti Leiden yang tertulis pada lempengan tembaga berangka tahun 1005 yang terdiri dari bahasa Sansekerta dan berbahasa Tamil. sesuai dengan tempat  di temukan nya yaitu di KITLV Leiden, Belanda. maka Prasasti ini dinamakan Prasasti Leiden. 

Nama Sri Mara-Vihayottunggawarman di sebutkan dalam Prasasti Leiden sebagai anak dari Sri Cudamaniwarmadewa yang memiliki hubungan baik dengan dinasti Chola dari Tamil, selatan India
Terjemahan Prasasti Leiden :  
Raja Sriwijaya, Sri Mara-Vijayottunggawarman putra Sri Cudamani Warmadewa di Kataha telah membangun sebuah vihara yang dinamakan dengan Vihara Culamanivarmma

Tahun 1025 M - Kehancuran Kerajaan Sriwijaya
Sriwijaya Hancur Diserang oleh Rajendra Chola dari Kerajaan Chola serangan Rajendra Chola I dari Koromandel India selatan, didasarkan pada bait akhir prasasti Tanjoreyang menceritakan tentang penaklukan yang dilakukan Kerajaan Chola atas beberapa kawasan termasuk beberapa kawasan di nusantara serta penawanan raja Sangrama-Vijayottunggawarman dari Sriwijaya. 
+ detail

Senin, 18 Februari 2013 | 13.41 | 0 Comments

DIMANA LOKASI HUNTING FOTO DI PALEMBANG ?

Palembang Studio Productions, Kota Palembang memang termasuk kota besar di Indonesia, etnik dan budaya di kota Palembang memberikan kesan menakjubkan kota Palembang, tentunya ditambah dengan wisata kulinernya.

Namun untuk hunting Foto outdoor di Palembang masih terbilang kurang variatif, karena tidak adanya pantai, namun beberapa opsi lainnya seperti Ampera, Sungai Musi, Komplek Jakabaring tidak kalah menariknya, beberapa pengalaman dari PSP, saat mencoba mencari lokasi hunting yang sesuai dengan konsep terkadang terkendala dengan tidak adanya pantai dan objek wisata unik lainnya.

Sebenarnya ada beberapa Lokasi Foto bagus di Palembang, seperti Punti Kayu, Museum, Bukit Siguntang, namun sayangnya terlihat sudah biasa, karena tidak sedikit orang yang pernah menggunakan beberapa lokasi tersebut sebagai lokasi hunting foto di Palembang.

Berikut ini PSP mencoba memberikan beberapa Opsi yang sepertinya sedikit unik, untuk ada yang memilih lokasi foto di palembang, anda harus mencari lokasi yang sebenarnya sudah sering di gunakan, namun cari beberapa angle Foto yang tidak terlihat anda sedang hunting di tempat yang biasa di gunakan orang lain.

Untuk bebrapa konsep lainnya seperti menciptakan kesan pantai, anda dapat hunting di beberapa volly pantai di Kota Palembang, kemudian lakukan merge atau pengeditan ornamen air sehingga akan terlihat dan terkesan anda berada di pantai.

+ detail

Sabtu, 12 Januari 2013 | 06.23 | 0 Comments

PASAR 16 PALEMBANG



Pasar 16 mempunyai nilai sejarah bagi masyarakat kota Palembang, diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan abad ke-19. Aktivitas perdagangan umumnya berasal dari daerah uluan (hulu Sungai Musi) yang membawa hasil bumi, terutama buah, sayuran, dan kebutuhan lainnya dengan menggunakan perahu kajang, yaitu sejenis perahu kayu dengan semacam rumah-rumahan di bagian belakang sebagai tempat beristirahat.

Pasar 16 sering dikenal juga dengan sebutan pasar tengkuruk karena gedung-gedung atau tokonya tampak bersejajar menghadap tepian Sungai Tengkuruk, yang kala itu tepiannya masih menampakkan tangga raja. Pedagang yang memanfaatkan lokasi ini terutama bangsa Arab, India dan Cina. Hingga kini, masih banyak di temui bangunan berasi tektur Eropa, Timur Tengah dan Cina di lokasi Pasar 16 Ilir.

Saat ini pasar 16 ilir merupakan pusat perdagangan yang sangat penting di kota Palembang. Selain tempatnya yang strategis, pasar ini mempunyai bangunan utama yang megah dan ratusan Ruko yang menjual beraneka ragam barang dagangan.

Pasar 16 ilir terkenal dengan banyaknya toko-toko emas, pusat penjualan baju-baju bekas yang di import dari luar negeri dan yang terpenting adalah sebagai pusat grosir di Kota Palembang, tidak heran jika harganya jauh lebih murah di banding pasar-pasar yang lain. (epalembang)
+ detail

Rabu, 09 Januari 2013 | 22.46 | 0 Comments

Sejarah Kantor Walikota Palembang Sumetera Selatan


Palembang Studio Productions, Kantor Ledeng (kantor walikota) atau Menara Air dulunya tempat ini untuk menampung air untuk didistribusikan ke wilayah kota, sekarang tempat ini menjadi kantor Walikota Palembang, bangunan ini unik, indah dan menjadi salah satu icon kota Palembang.

Pembangunan Menara Air, yaitu instalasi pengolahan air bersih pada masa Walikota Palembang dijabat Ir. R.C.A.F.J. Le Cocq d Armandville dapat dikatakan sungguh luar biasa. Pasalnya, saat itu keuangan Haminte (Gemeente) Palembang sedang dalam kondisi yang sangat buruk. Ketika tercetus ide untuk membangun Menara Air, akhirnya dikenal sebagai Kantor Ledeng.

Pada tahun 1928, utang Haminta Palembang sudah menumpuk. Untuk pajak jalan dan jembatan saja, mencapai 3,5 ton emas, Ini belum lagi keterpurukan akibat parahnya sistem administrasi. Setahun kemudian, 1929, setelah pembuatan master plan kotyaoleh Ir. Th. Karsten, dibangunlah sarana air bersih. Selain bangunan berupa menara saat ini, Bangunan yang dibangun pada tahun 1928 selesai di bangun pada 1931 ini didirikan dengan gaya de stijl, yaitu memiliki bentuk dasar kotak dengan atap datar. dengan menghabiskan biasa +/- 1 ton emas

Pendistribusiannya dikenal sebagai sistem gravitasi setinggi 35 meter dan luas bangunan 250 meter persegi. Bak tampungnya berkapasitas 1.200 meter kubik merupakan cara yang efektif pada saat itu untuk pendistribusian air sampai ke daerah klonial dan daerah pasar 16 ilir, segaran dan sekitranya

Arsitek yang menangani pembangunan gedung juga dimanfaatkan sebagai Kantor Haminte dan Dewan Kota ini adalah Ir. S. Snuijf. Dipilihlah lokasi gedung di tepi Sungai Kapuran dan Sungai Sekanak. Sehingga pada masa itu, posisi Kantor Ledeng tepat di tepian air. Namun kemudian, seiring dengan pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Sekanak, Sungai Kapuran pun ditimbun. Akibatnya dapat diduga. Jalan yang melintas di depan Kantor Ledeng itu pun mengalami banjir saat musim hujan disertai pasang naik Sungai Musi. Ini terlihat pada sebuah foto yang berangka tahun 1930-an.

Bangunan ini berdiri pada tahun 1928 yang dulunya dikenal dengan sebutan Water Tower (Menara Air) atau disebut masyarakat Palembang sebagai Kantor Ledeng. Pada Zaman Jepang pada tahun (1942 - 1945) Balai Kota (Kantor Menara Air) dijadikan Kantor Syuco-kan (Kantor Residen) dan terus dimanfaatkan sebagai balaikota sampai dengan tahun 1956.Bangunan Kantor Walikota Palembang sejak awal telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Gemeente Palembang.

Pada saat Kemerdekaan RI diproklamasikan, 17 Agustus 1945, Kantor Ledeng menjadi saksi heroisme pemuda di Palembang. Para pejuang yang terdiri atas bekas opsir Gyu Gun, yaitu Hasan Kasim, M. Arief, Dany Effendy, Raden Abdullah (Cek Syeh), Rivai, dan mantan opsir Gyu Gun lainnya, bekerja sama dengan kelompok pemuda yang dipimpin Mailan beserta pembantunya, Abihasan Said dan Bujang Yacob. Mereka mengibarkan bendera kebangsaan di empat sisi atas Kantor Ledeng. yang difungsikan sebagai penampungan air bersih dengan kapasitas 1200 m3.Tanggal 21 Agustus 1963 Perusahaan Water Ledeng dipindahkan menjadi salah satu tehnik air bersih di Dinas Pekerjaan Umum Kota Praja Palembang. Sejak Saat itu (1963) Kantor Menara Air berubah menjadi Kantor Pusat Pemerintahan Kota Praja Palembang yang sekarang disebut Kantor Walikota.
+ detail

Lirik Lagu Ya Saman Palembang Sumatera Selatan

Lagu ya Saman memang menjadi Penomenal di Indonesia, Lagu yang berlogat dan berdialog Palembang ini tidak hanya di sukai oleh masyarakat Sumsel, bahkan Lagu ini sudah sangat dikenal masyarakat di Luar Sumatera.

Berikut ini Merupakan Lirik Lagu Ya Saman Palembang

Nyelek gelumbang perahu bidar di sungi musi,
Jnganla lupo meli telok abang ,
Cantek rupo penyabar dan baek ati,
Adek manis brambot panjang di koncet kepang,
Lika liku banyu batang hari sembilan ,
Mengaler bermuaro ke sungi musi jugo ,
Elok la ku ngai si rupo cindo menawan ,
Muat kakak siang tekenag malem tejago ,
Pulau kemoro mela sungi musi ke sungsang,
Nak ke pusri laju tesasar ke kali doni,
Badan saro pekeran resah ati teguncang,
Ngarep ke adek kalu be galak jadi bini,

Ay ya ya ya , ya saman,
Pecaknyo mudah tapi saro nian,
Ay ya ya ya , ya saman,
Nyari bini yang bener bener setolok'an,
Ay ya ay ya , ya saman ,
Pecaknyo mudah tapi saro nian,
Ay ya ya ya , ya saman,
Nyari bini yang bener bener setolok'an,
Ay ya ya ya , ya saman,
Ya saman ya saman yaa saman,

Nyelek gelumbang perahu bidar di sungi musi ,
Jnganla lupo meli telok abang ,
Cantek rupo penyabar dan baek ati,
Adek manis brambot panjang di koncet kepang,
Lika liku banyu batang hari sembilan ,
Mengaler bermuaro ke sungi musi jugo ,
Elok la ku ngai si rupo cindo menawan ,
Muat kakak siang tekenag malem tejago ,
Pulau kemoro mela sungi musi ke sungsang,
Nak ke pusri laju tesasar ke kali doni,
Badan saro pekeran resah ati teguncang,
Ngarep ke adek kalu be galak jadi bini,

Ay ya ya ya , ya saman,
Pecaknyo mudah tapi saro nian,
Ay ya ya ya , ya saman,
Nyari bini yang bener bener setolok'an,
Ay ya ay ya , ya saman ,
Pecaknyo mudah tapi saro nian,
Ay ya ya ya , ya saman,
Nyari bini yang bener bener setolok'an,

Ay ya ya ya , ya saman,
Pecaknyo mudah tapi saro nian,
Ay ya ya ya , ya saman,
Nyari bini yang bener bener setolok'an,

Ay ya ya ya , ya saman,
Pecaknyo mudah tapi saro nian,
Ay ya ya ya , ya saman,
Nyari bini yang bener bener setolok'an,
Ay ya ya ya , ya saman ,
Ya saman ya saman yaa saman,
+ detail

Kamis, 03 Januari 2013 | 21.49 | 0 Comments

SEJARAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


Universitas Muhamamdiyah Palembang (UMP) adalah sebuah Amal Usaha Persyarikatan Muhamamdiyah yang bergerak dibidang Pendidikan dengan tujuan untuk mencerdaskan seluruh masyarakat Indonesia.
Muhammadiyah adalah per syarikatan didirikan KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H atau bertepatan tanggal 18 September 1912M,  yang merupakan gerakan dakwah islam dan amar  ma’ruf nahi munkar yang ditujukan kepada perseorangan dan masyarakat. Kesemuanya itu dilaksana kan dengan dasar taqwa dan mengharap keridhaan Allah SWT semata-mata.

Faktor-faktor yang melatar belakangi Persyarikatan  Muhammadiyah mendirikan lembaga pendidikan adalah melihat kondisi objektif masyarakat untuk memiliki kesempatan menempuh pendidikan yang sulit terutama di masa Indonesia dikuasai kaum penjajahan, dan lembaga pendidikan yang dimiliki ummat Islam belum mampu menyiapkan generasi yang siap mengemban misi selaku Khalifah Allah di muka bumi. 
Pendiri Persyarikatan Muham madiyah KH.Ahmad Dahlan dalam per juangannya untuk menghidupkan dan membesarkan Muhamamdiyah yang pertama dengan mendirikan tempat pendidikan yang dilaksanakan bertempat diruang makan dari dapur keluarga (tahun 1918) sekolah ini diberi nama Qismul Arqa yang pada akhirnya terkenal dengan lembaga pendidikan

Madrasah Mu’allimin Mu’allimat yang menciptakan kader Persyarikatan yang disebar keseluruh nusantara  termasuk pelosok-pelosok di tanah air dan terwujud suatu lembaga pendidikan  seperti yang dapat dirasakan saat ini. Banyak ulama besar/tokoh bangsa yang lahir dari tempaan AUM Muhammadi yah sebutlah Prof. KH. Hamka, KH. Mas Mansyur dan lainnya. 
Amal Usaha Muhammadiyah yang sudah berkembang dan keberadaan nya cukup eksis ditenggah-tenggah mas yarakat yaitu:

  1. Majelis Dikti (mengurusi Perguruan Tinggi Muhamamdiyah),154 PT yang tersebar diseluruh Indonesia.
  2.  Majelis Dikdasmen (mengurusi  TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pontren, dan Ma’had), yang  jumlahnya      11.357 lembaga tersebar di tanah air.
  3. Majelis Kesehatan Kemakmuran Masyarakat  (mengurusi Rumah Sakit, Balai Kesehatan, panti jompo dan lembaga sosial lainnya), saat ini ada 1.042 lembaga.
  4. Untuk majelis ekonomi (mengurusi ekonomi dan koperasi) sudah berdiri 1.045 lembaga.
  5. Selain itu tidak kalah penting nya telah berdiri 6.523 masjid/musholla yang dikelola persyarikatan Muhammadiyah di nusantara ini. 

(http://ump.umpalembang.ac.id)
+ detail

SEJARAH DAN ASAL USUL KOTA PALEMBANG

Sejarah Kota Palembang, Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit (683 M) yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 Masehi (tanggal 5 bulan Ashada tahun 605 syaka). Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.

Batu-bersurat (prasasti) itu ditemukan oleh Controleur Batenberg di tepi sungai Kedukan Bukit, yakni diantara Bukit Seguntang dengan Situs Karanganyar pada tahun 1926 dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu kuno. Prasasti tersebut oleh penduduk kampung Kedukan Bukit waktu itu dijadikan semacam tumbal bila akan mengikuti lomba Bidar, yakni dengan cara meletakkan di haluan Bidar yang akan diperlombakan. Konon, Bidar atau Perahu yang digentoli dengan batu “sakti-bertuah” itu senantiasa menang berlomba. Kemudian Batu-bersurat Kedukan Bukit itu ditelaah oleh para pakar sejarah dan kebudayaan, diantaranya Prof. M. Yamin yang menyatakan, itulah proklamasi (penggalian/pemindahan) ibukota Sriwijaya (dari tempat lain) ke Bukit Seguntang.

Prasasti Kedukan Bukit itu berbunyi sebagai berikut:

(1) Swasti cri cakawarsatita 605 ekadaci cu (2) klapaksa wulan waicakha dapunta hiyang nayik di (3) samwau manalap siddhayatra disaptami cuklapaksa (4) wulan jyesta dapunta hiyang marlapas dari Minanga (5) Tamvan mamawa yam wala dualaksa danan koca (6) duaratus cara di samwau danan jalan sariwu (7) tluratus sapulu dua wannakna datam di Mukha Upang (8) Sukhacitta di pancami cuklapaksa wulan (9) laghu mudita datam marwuat wanua (10) Criwijava siddhayatra subhiksa.

[Bacaan Prof. Poerbacaraka, G. Coedes, Prof. Dr. Ph.S. Van Ronkel Dr. Buchari, Prof. Slametmulyana]

Kota Palembang juga dipercayai oleh masyarakat melayu sebagai tanah leluhurnya. Karena di kota inilah tempat turunnya cikal bakal raja Melayu pertama yaitu Parameswara yang turun dari Bukit Siguntang. Kemudian Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama pergi ke Tumasik dan diberinyalah nama Singapura kepada Tumasik. Sewaktu pasukan Majapahit dari Jawa akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka disemenanjung Malaysia dan mendirikan Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya juga membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Setelah terjadinya kontak dengan para pedagang dan orang-orang Gujarat dan Persia di Malaka, maka Parameswara masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah.

Berbicara mengenai asal usul kota Palembang, memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan kerajaan Sriwijaya, yang pernah menjadikan kota Palembang sebagai ibukotanya. Kejayaan Sriwijaya seolah-olah diturunkan kepada Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara. Palembang pernah berfungsi sebagai pusat kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 (tahun 683 Masehi) hingga sekitar abad ke-12 di bawah Wangsa Sailendra/Turunan Dapunta Salendra dengan Bala Putra Dewa sebagai Raja Pertama. Pada abad ke-17 kota Palembang menjadi ibukota Kesultanan Palembang Darussalam yang diproklamirkan oleh Pangeran Ratu Kimas Hindi Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayidul Iman (atau lebih dikenal Kimas Hindi/Kimas Cinde) sebagai sultan pertama (1643-1651), terlepas dari pengaruh kerajaan Mataram (Jawa). Tanggal 7 Oktober 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan oleh penjajah Belanda dan kota Palembang dijadikan Komisariat di bawah Pemerintahan Hindia Belanda (kontrak terhitung 18 Agustus 1823), dengan Commisaris Sevenhoven sebagai pejabat Pemerintah Belanda pertama. Kemudian kota Palembang dijadikan Gameente/haminte berdasarkan stbld. No. 126 tahun 1906 tanggal 1 April 1906 hingga masuknya Jepang tanggal 16 Februari 1942. Palembang Syi yang dipimpin Syi-co (Walikota) berlangsung dari tahun 1942 hingga kemerdekaan RI. Berdasarkan keputusan Gubernur Kdh. Tk. I Sumatera Selatan No. 103 tahun 1945, Palembang dijadikan Kota Kelas A. Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 948, Palembang dijadikan Kota Besar. Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 1965, Palembang dijadikan Kotamadya. Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 tanggal 23 Juli 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, Palembang dijadikan Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang. [triyono-infokito]
+ detail

INFO GEDUNG PERNIKAHAN PALEMBANG - SERBA GUNA



Inilah sebagain Alamat gedung Pernikan di Palembang, yang bisa kita manfaatkan keberadaannya, mengingat kepraktisan suatu acara Resepsi Pernikahan, maka semua itu sudah tidak menjadi suatu kesulitan bagia Anda jika ingin melaksanakan suatu hajatan Pernikahan ataupun Hajatan lainnya yg membutuhkan tempat yang besar untuk menampung banyak tamu undangan.

Gedung Graha Sriwijaya UNSRI
untuk info Selengkapnya Hub
Sdri DEWI : 0813 73726837, -  0711 7702554

Gedung Serbaguna PT PUSRI Palembang
PT PUSRI Jl May Zen Palembang
Sdr M Nur 0711 712222 ext 3387

Gedung  Serbaguna AEKI palembang
Jln Diponegoro No 2165 Palembang
Tlp 0711 312248

Gedung Serbaguna Suka Ria Palembang
Jln Perwari ( Depan yayasan IBA) Palembang
Contact Person: Toko Bunga ALISAN
Tlp 0711 377 450
+ detail

GEDUNG GRAHA SRIWIJAYA UNSRI SERBA GUNA (PERNIKAHAN) PALEMBANG


Gedung Serba Guna Graha Sriwijaya UNSRI Palembang
Salah satu Gedung Serba Guna yang memiliki Kapasitas besar adalah Gedung Graha Sriwijaya Unsri, Selain sudah teruji dengan Event Skala Besar, termasuk Event Nasional, Gedung Graha Sriwijaya ini sangat tepat dijadikan Gedung Mengadakan resepsi Pernikahan,
Gedung Graha Sriwijaya UNSRI terletak di Jalan Srijayanegara Bukit besar Palembang, yang masuk area Kampus Universitas Sriwijaya Bukit Besar Palembang. 
Spesifikasi Pengunjung bisa mencapai 800 Hingga 1000 Undangan.
+ detail

VIDEO KLIP LAGU YA SAMAN - PALEMBANG

+ detail

RESEP MEMBUAT PEMPEK PALEMBANG

Untuk pecinta kuliner tentunya pernah mencicipi cita rasa Kuliner Palembang yaitu Pempek, dengan olahan pengrajin makanan, Pempek menjadi salah satu daya tarik Wisatawan Lokal dan Wisatawan Mancanegara untuk merasakan Nikmatnya Makanan Khas Wong Kito.

Jika tidak sempat untuk datang ke Kota Palembang, setidaknya kita tetap bisa mencicipi dan berkaya sendiri membuat makanan yang satu ini.

Berikut Resep Membuat Pempek Palembang,  

BAHAN :
  •     600 gr Ikan belida/tengiri
  •     300 gr Sagu putih / 11/2 mangkok
  •     100 cc air/ 3/4 gelas
  •     garam secukupnya
Ikan dapat di ganti dengan beberapa jenis ikan lainnya seperti Ikan Gabus dan Seluang.
Ikan bersihkan isi perut dan sisiknya, belah menjadi dua memanjang, tulang yang ditengah dibersihkan pula.

Kikis dengan garpu sambil bersihkan tulangnya yang kecil. Kulit ikan bersihkan pula, daging ikan haluskan betul-betul. Air, garam dan daging halus campur sampai rata.

Campur dengan tepung sagu tadi, bila mengaduk tepung sagu seperlunya saja sebab bila terlalu banyak diaduk-aduk, pempek/empek-empek akan menjadi keras dan melar.

Adonan itu bentuk seperti bola kemudian ditanak (dikukus) atau rebus dalam air yang banyak. Kemudian goreng sampai kecoklatan, bila menghidangkan iris dahulu kemudian tambahkan cuka dan rendaman mie susun dan irisan ketimun, tambahkan sedikit pirikan udang pada Cuka.

Selamat Menikmati..
+ detail

Senin, 26 November 2012 | 17.13 | 0 Comments

CERITA LEGENDA PULAU KEMARO PALEMBANG

Palembang Studio Productions - Pulau Kemaro terletak di daerah Sumatera Selatan, tepatnya di tengah sungai Musi yang membelah kota Palembang. Kemaro sendiri merupakan bahasa Palembang, yang berarti kemarau. Menurut masyarakat Palembang, dinamakan pulau Kemaro karena pulau ini tidak pernah digenangi air. Walaupun volume air di sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tetap saja kering. Karena keunikan inilah, masyarakat sekitarnya menjulukinya sebagai Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro terletak di sebuah delta yang berada di tengah-tengah sungai Musi, sekitar 5 km arah hulu. Di dalam pulau ini terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makan dari Putri Sriwijaya Siti Fatimah yang menceburkan diri ke Sungai Musi.

Menurut cerita, pada zaman dahulu seorang putri dari raja Sriwijaya bernama Siti Fatimah dilamar oleh putra raja dari negeri Tiongkok bernama Tan Bun Ann. Raja Sriwijaya ini mengajukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Tan Bun Ann. Persyaratannya adalah Tan Bun Ann harus menyediakan 9 guci berisi emas. Keluarga Tan Bun Ann pun menerima syarat yang diajukan itu. Untuk menghindari bajak laut, emas yang berada di dalam guci-guci itu dilapisi sayur-mayur oleh keluarga tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.
Pada suatu hari rombongan Tan Bun Ann tiba dari Tiongkok dengan 9 guci emas yang telah dijanjikan. Namun, setelah diminta menunjukkan isi gucinya oleh raja Sriwijaya, Tan Bun Ann terkejut karena melihat sayur mayur di dalam 9 guci yang dibawanya. Karena kaget dan marah, tanpa memeriksa terlebih dahulu, Tan Bun Ann langsung melemparkan guci-guci tersebut ke dalam Sungai Musi. Tetapi pada guci yang terakhir, terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan, sehingga terlihatlah kepingan emas yang berada di dalamnya.

Rasa penyesalan yang membuat Tan Bun Ann mengambil keputusan tak terduga, ia menceburkan diri ke dalam Sungai Musi. Melihat kejadian tersebut, Siti Fatimah ikut menceburkan diri ke sungai, sambil berkata, “Bila suatu saat ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini, maka di situlah kuburan saya.” Dan ternyata benar, tiba-tiba dari bawah sungai timbul gundukan tanah yang akhirnya sekarang menjadi pulau Kemaro ini.

Apabila kita berkunjung ke pulau Kemaro, akan didapati tiga buah gundukan tanah yang menyerupai batu karang, dimana setiap gundukan diberi semacam atap dari kayu dan diberi batu nisan dengan tulisan Tiongkok yang didominasi warna merah. Menurut cerita, gundukan tanah yang di tengah adalah makam sang putri. Sedangkan dua gundukan tanah yang ada di sebelanya merupakan makam ajudan dari pangeran Tiongkok dan dayang kepercayaan sang putri. Hingga kini makam-makam tersebut masih terawat baik sebagai legenda pulau Kemaro.

Pulau ini akan ramai di datangi oleh para pengunjung etnis cina baik dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Cina dan beberapa negara lainnya terutama pada saat Cap Go Me (15 hari setelah Imlek) , dan di sana ada sebuah pohon langka yang di sebut pohon cinta dimana apa bila pasangan muda-mudi yg berpacaran apabila mengukir nama mereka konon cinta mereka akan berlanjut ke pelaminan. (Sumber: Getty)
+ detail
 
DISKON
Copyright © 2012 PalembangStudio.com - All rights reserved
Email: palembangstudio@yahoo.com
Palembang Studio Productions | Wedding & Event Organizer